March 21, 2018 Admin 0Comment

Jika dibandingkan antara diabetes tipe 1 dan tipe 2, maka perbedaan variasi obat menjadi sangat mencolok antara dua tipe diabetes ini. Jika pada tipe 2, ada banyak pilihan obat yang bekerja pada titik kerja yang berbeda-beda, maka tidak demikian halnya dengan diabetes tipe 1. Insulin menjadi satu-satunya pilihan terapi yang bisa diberikan untuk pasien diabetes tipe 1. Jika pada diabetes tipe 2 terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan insulin tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya, maka pada diabetes tipe 1, insulin praktis tidak bekerja karena ketiadaan produksi. Oleh karena itulah, jika pada diabetes tipe 2 ditujukan untuk mengoptimalkan fungsi insulin atau mengatur produksinya, maka pada pada diabetes tipe 1, pengembangan obat diupayakan untuk mendapatkan obat yang dapat mencegah atau minimal memperlambat awitan

(Images: lalugulhaber.com)

Baru-baru ini, sebuah penelitian yang sponsori oleh NIH (National Institute of Health, AS) menemukan obat yang diduga berpotensi kuat untuk memungkinkannya pencegahan tipe diabetes yang menyerang di usia dini ini. Penemuan ini diawali dengan identifikasi bahwa interaksi tetra-azatricyclidecane(TATD) dengan alel DQ8 dapat mencegah kemunculan antigen yang terlibat dalam proses autoimun yang merusak sel beta pankreas tanpa menimbulkan sitotoksisitas. Berdasarkan temuan ini, maka peneliti mencari obat-obat lain yang memiliki struktur menyerupai TATD. Penelitian diarahkan pada obat-obat yang sudah ada dan bukan membuat senyawa baru karena faktor alasan keamanan yang sudah lebih dikenali.

Penelitian ini mengerucut pada salah satu jenis obat antihipertensi, yaitu Metildopa. Obat ini memenuhi kriteria yang diharapkan. Hasil uji yang dilakukan juga menunjukkan hasil positif tanpa efek samping berarti. Untuk lebih memastikan, maka penelitian yang lebih besar akan diselenggarakan dalam waktu dekat. (Nurhajati Husen, Barrarah Bariid)

 

Sumber:

Davenport, Liam. (2018). Old Blood Pressure Drug: Hope fotr Tye 1 Diabetes Prevention? Diambil dari:

https://www.medscape.com/viewarticle/893246#vp_2. Diakses pada DD-MM-YYYY. Diakses tanggalĀ  pada 10 Maret 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *