April 11, 2019 Admin 0Comment

“Ketika membaca buku ilmu pengetahuan terasa begitu menyenangkan”

Berbeda dengan buku-buku bergenre fiksi, seperti novel, buku ilmu pengetahuan umumnya bikin cepat bosan. Pendekatan deskriptif yang biasa digunakan dalam buku-buku ilmu pengetahuan, cenderung tidak melibatkan pembaca untuk berimajinasi sebagimana penjelasan naratif. Padahal imajinasi menjadi salah satu cara efektif agar untuk membuat isi bacaan lebih lama bertahan dalam memori pembaca. Namun, sebagian buku-buku psikologi punya cerita lain. Ilmu satu ini memang jadi perdebatan apakah memang masuk sebagai pseudosains atau memang bukan sains sama sekali.

Buku “Teori Kepribadian” ini menjadi buku yang menyenangkan dibaca karena pemaparan materinya berupa cerita, terutama dari tokoh-tokoh yang terlibat dalam menghasilkan teori-teori kepribadian seperti Sigmund Freud, Carl Jung, dan tokoh-tokoh lainnya. Faktanya, memang teori kepribadian dari tiap tokoh ini memiliki kaitan erat dengan kehidupan mereka sendiri. Contohnya adalah konsep Oedipus Complex yang lahir dari antusiasme seksual Freud terhadap ibunya sendiri.

Dalam buku inipun, Anda akan mengikuti bagaimana konflik antar para tokoh ini yang kemudian menjadikan mereka berselisih pendapat dan melahirkan teori-teori baru yang dikenal hingga kini. Sebut saja antara Sigmund Freud dan Carl Jung. Membaca buku ini serasa membaca biografi dan konflik antara tokoh.

Membaca buku ini seperti sedang membaca fenomena yang terjadi pada diri sendiri atau orang-orang terdekat dan inilah pesonanya. Bahkan, jika kita bukan psikolog atau mahasiswa psikologi sekalipun, buku ini sangat layak untuk mengisi rak buku Anda. Buktikan sendiri!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *