
Isu kesehatan yang tengah hangat saat ini adalah infeksi virus Covid-19 yang telah merenggut lebih dari 2000 nyawa dan menginfeksi lebih dari 75000 orang di seluruh dunia. Meskipun berawal dari kota Wuhan di Provinsi Hubei Cina pada bulan Desember tahun lalu, virus ini dengan cepat menyebar ke kota lain di provinsi Hubei dan provinsi lain di seantero Cina, bahkan menyebar ke negara-negara lainnya baik di Asia, Eropa, maupun Amerika. Dengan penyebaran yang cepat dan jumlah korban yang besar, semua pihak berlomba-lomba untuk menemukan obat dan vaksin untuk mengatasi epidemi virus yang diduga kuat berasal dari pasar seafood Hunan ini. Beberapa obat dan vaksin diberitakan telah dibuat, mekipun banyak yang masih membutuhkan pengujian lebih lanjut sebelum bisa benar-benar digunakan. Sejauh ini, telah ada 30 jenis obat yang diujikan oleh ilmuwan Cina untuk memerangi Covid-19. Lalu bagaimana dengan potensi penggunaan obat herbal ?
Cina telah lama masyhur dengan pengobatan herbalnya yang dikenal dengan Traditional Chinese Medicine (TCM). Saat wabah ini mulai mulai merebak dan makan berbagai korban, para ahli TCM dikirimkan ke Hubei untuk terlibat dalam upaya penelitian dan pengobatan pasien. Menurut laporan dari kepala komisi kesehatan provinsi Hubei Wang Hesheng, pengobatan pasien Covid-19 di rumah sakit Wuhan menggabungkan antara obat-obatan barat dengan TCM pada 50% pasien terinfeksi di kota tersebut. Masih menurut Wang Hesheng, upaya ini menunjukkan hasil yang cukup baik.
Pengembangan obat dan vaksin untuk Covid-19 sendiri tak hanya dilakukan oleh Cina. Sejumlah negara ikut serta berlomba dengan waktu untuk segera menghasilkan pilihan terapi efektif untuk menyelamatkan para pasien yang terinfeksi. Beberapa nama seperti favilavir, remdesivir, EIDD-1931, dilaporkan menunjukkan hasil positif untuk Covid-19, meskipun baru Favilavir yang saat ini telah mendapatkan persetujuan dari badan administrasi produk medis nasional Cina. Favilavir merupakan 1 dari 3 obat yang oleh uji klinis awal menunjukkan kemampuan menghambat virus korona jenis baru ini. Dua yang lainnya adalah anti malaria klorokuin, dan remdesivir. Produksi Favilavir sendiri dikabarkan mulai diproduksi pada hari minggu ini. Kita harapkan bersama bahwa obat ini akan mampu menjadi solusi melawan Covid-19 secara efektif dan aman serta menolong puluhan juta nyawa yang saat ini berjuang untuk sembuh.
Sumber:
Anonim, 2020, China approves first anti-viral drug against coronavirus Covid-19, https://www.pharmaceutical-technology.com/news/china-approves-favilavir-covid-19/ diakses tanggal 20 Februari 2020
Anonim, 2020, Coronavirus Covid-19: China uses traditional medicine for treatment, https://www.pharmaceutical-technology.com/news/covid-19-china-traditional-medicine/ diakses tanggal 20 Februari 2020
