April 24, 2020 Admin 0Comment
Sumber: unsplash.com/Jason Tuinstra

Efek negatif dari konsumsi garam berlebihan pada fungsi kardiovaskular adalah pengetahuan umum bagi masyarakat luas. Meskipun begitu, kesadaran untuk menurunkan asupan dalam takaran yang sehat belum menjadi kesadaran kolektif. Umumnya, pembatasan garam dilakukan saat seseorang didiagnosis mengalami gangguan yang mengharuskannya melakukan diet garam. Masih banyak yang menganggap bahwa penyakit degeneratif seperti hipertensi, dan serangan jantung, adalah penyakit terkait usia meskipun sejumlah data menunjukkan banyaknya kasus penyakit kardiovaskular pada kelompok usia muda. Meskipun saat ini kesadaran untuk berolahraga meningkat, tidak berarti bahwa kelompok usia muda bisa lebih fleksibel dengan konsumsi garamnya. Karena, konsumsi garam berlebih tak hanya mempengaruhi sistem kardiovaskular saja, tetapi juga sistem imun.

Sebuah penelitian dari University Hospital of Bonn, Jerman, mendapatkan hasil penelitian yang tak terduga sebelumnya. Konsumsi garam berlebih ternyata memengaruhi kerja sistem imun pada ginjal manusia untuk membunuh bakteri, misalnya E. coli. Hasil ini disebut tidak terduga karena penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa asupan garam berlebih memacu penyembuhan pada infeksi parasit di permukaan kulit. Hasil ini menunjukkan bahwa sel imun punya respons yang berbeda-beda terhadap kelebihan garam. Saat asupan garam berlebih, maka akumulasinya akan tinggi pada kulit yang berperan sebagai reservoir garam. Kondisi ini menguntungkan makrofag yang berperan dalam penyembuhan luka akibat parasit di kulit, karena aktivitasnya lebih baik dalam keadaan tinggi garam.

Tetapi hal berlawan terjadi dengan neutrofil yang aktif di ginjal. Asupan garam yang tinggi menyebabkan kemampuan sel ini menurun dan infeksi E. coli di ginjal menjadi lebih buruk. Tak hanya pada ginjal saja, asupan garam berlebihan juga menyebabkan infeksi bakteri Listeria di hati dan limpa juga menjadi lebih buruk. Penurunan kemampuan neutrofil ini terkait dengan glukokortikoid dan urea (yang merupakan produk buangan glukokortikoid) yang dilepaskan ginjal sebagai respons terhadap kadar garam yang berlebihan dalam darah.

Dengan temuan ini, kesadaran untuk memulai diet garam, harus dimulai sejak dini. Tak hanya untuk melindungi diri dari penyakit kardiovaskular di masa mendatang, tetapi juga dari penyakit infeksi yang saat ini berada dalam dilema, karena semakin meningkatnya kasus resistansi yang tidak diikuti dengan penemuan antibiotik baru. Perlindungan ginjal pun merupakan hal esensial dimulai sejak muda karena bagaimanapun, gangguan kardiovaskular erat kaitannya dengan fungsi ginjal. [Nurhajati Husen & Barrarah Bariid]

Kingsland., James, 2020, Excess dietary dalts, may weakens immunity against bacteria in the kidneys, https://www.medicalnewstoday.com/articles/too-much-salt-weakens-the-immune-system#High-salt-diet/ diakses tanggal 6 April, 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *