October 1, 2020 Admin 0Comment

Bagi mayoritas orang-orang yang divonis terinfeksi virus HIV, antivirus HIV atau yang lebih dikenal dengan istilah antiretroviral (ARV), merupakan keharusan seumur hidup. Meskipun tidak mampu mengobati, membunuh seluruh virus HIV dalam tubuh pasien HIV, tetap ARV mampu mempertahankan jumlah virus HIV dalam proporsi yang relatif aman. Akan tetapi, ada anomali spesial dalam banyak hal termasuk HIV-AIDS. Ada sejumlah kecil, yaitu sekitar 0,5% dari populasi orang dengan HIV yang mampu mengontrol jumlah virus HIV meskipun tanpa bantuan ARV. Kelompok ini lebih dikenal dengan nama “pengendali elit” (elite controllers).

Apa yang berbeda dengan kelompok kecil pengendali elite ini?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Jiang et al, jumlah salinan genom HIV dalam sel pengendali elit lebih sedikit dibandingkan mereka yang mendapatkan ARV, dan potensi untuk teraktivasinya pun lebih rendah. Akan tetapi, jumlah sekuens proviral dalam tubuh pengendali yang menempel secara genetik lebih tinggi yang artinya, jika ditranskripsikan, maka jumlah virus HIV yang terbentuk akan lebih banyak daripada mereka yang mendapatkan ARV. Namun, para pengendali elit ini memiliki respons imun yang poten untuk melawan sel-sel yang terinfeksi HIV. Selain itu, sekuens proviral dalam tubuh pengendali ini diprediksi dapat menghasilkan protein virus yang dapat ditargetkan oleh respons imun.

Selain itu, para pengendali elit ini juga dapat mengontrol jumlah virus dalam tubuhnya karena lokasi proviral dalam tubuh mereka berada dalam keadaan laten (dorman) karena berada pada area non-pengkodean. Awalnya, proviral lebih mungkin terintegrasi dengan wilayah non pengkodean protein dari genom lalu kemudian, genom virus ini secara berkala berubah diposisikan ulang, dikelilingi, atau mengalami penarikan berulang pada sentromer sehingga posisinya berpindah ke wilayah yang tidak ideal untuk transkripsi. Tak hanya itu, genom virus HIV dalam tubuh pengendali elit ini juga terintegrasi dengan gen yang mengkode keluarga protein bercincin zink yang membawa banyak molekul yang dapat menekan proses transkripsi.

 

Keterangan istilah:

Sekuens proviral: bagian atau sekuens dari  genom virus yang diintegrasikan ke dalam DNA sel inang.

Keadaan laten: tersembunyi tetapi memiliki kemungkinan untuk muncul atau teraktifasi

Dorman: pertimbuhan atau perkembangan yang terhenti sementara waktu meskipun sebenarnya lingkungannya menunjang untuk aktif.

Transkripsi: pembuatan RNA baru dengan menyalin dari berkas DNA.

 

Sumber:

Chomont., Nicolas, 2020, Deep Sleeping HIV Genomes Under Control, https://www.nature.com/articles/d41586-020-02438-7 diakses tanggal 26 Agustus 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *