
Di zaman modern ini, penggunaan hewan uji, penggunaan embrio untuk pengembangan stem cell, terus menghadapi protes keras karena pertimbangan kode etik. Bagi pihak-pihak yang menentang, pemanfaatan makhluk hidup atau bagian dari makhluk pernah hidup, dianggap sebagai tindakan sebagai tindakan egois yang tidak berhati Nurani. Tetapi tahukah kalian bahwa praktik ini berakar sejak zaman dahulu kala?
Salah satu komponen makhluk hidup yang dipakai untuk pengobatan adalah Mumi. Jenazah manusia yang diawetkan ini dulu pernah digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit. Praktik ini bahkan dilakukan oleh orang-orang yang oleh orang modern dianggap sebagai tokoh penting kedokteran dan farmasi yaitu Galen dan Paracelsus.
Aelius Galen atau Claudius Galen adalah nama yang tidak asing di dunia kesehatan. Temuannya dalam bidang ilmu bedah menyumbang peranan penting dalam ilmu bedah modern. Dulunya, Galen menjadi tokoh yang mengakui pengobatan epilepsy dengan menggunakan eliksir yang terbuat dari tulang manusia yang dibakar. Selain Galen, dikenal juga Paracelsus yang merupakan dokter dan ahli kimia yang hebat. Parcelsus dulu pernah meneliti penggunaan serbuk mumi, darah manusia, lemak, tulang sumsum, tengkorak, bahkan kotoran manusia untuk pengobatan berbagai penyakit. Penggunaan serbuk mumi atau mumia ini berlangsung selama 6 abad yaitu abad ke 12 hingga abad ke 18 terutama di Eropa.
Mumia sendiri, digunakan untuk berbagai penyakit. Mulai dari pengencer darah, obat antinyeri, obat batuk, obat gangguan menstruasi, juga sebagai anti-radang, dan mempercepat penyembuhan luka. Sayangnya, praktik ini meninggalkan cerita kelam yang tragis. Ada dugaan kuat bahwa mumi yang digunakan pada abad ke-16 hingga abad ke-17 didapatkan secara ilegal, yaitu dengan mencuri mencuri jasad kriminal yang dihukum mati kemudian dimumifikasi.
Sumber:
Cohut., Maria, 2020, Mumia: the Strange History of Human Remains … as Medicine, https://www.medicalnewstoday.com/articles/mumia-the-strange-history-of-human-remains-as-medicine#A-controversial-practice diakses tanggal 29 September 2020.
