January 27, 2021 Admin 0Comment

Tanpa mengesampingkan pandemi SARS-CoV-2 yang tengah melanda dunia saat ini, kemajuan penemuan dalam penanganan HIV semoga bisa memberi sedikit kelegaan. Bagaimanapun, pandemi Covid-19 menyita perhatian seluruh dunia, tetapi HIV tidak lantas terabaikan mengingat kasusnya yang juga tinggi. Berita gembira setidaknya bisa dikutip dari Sciencemag.org (terbit 9 November 2020) yang merilis artikel tentang Cabotegravir untuk penanganan HIV-AIDS terutama untuk wanita. Dalam artikel tersebut, diberitakan bahwa suntikan tunggal obat ini setiap 2 bulan sekali, memiliki efektivitas hingga 89% untuk mencegah infeksi HIV pada wanita dibandingkan pil harian. Obat baru ini telah diujikan pada 3223 wanita di area sub-sahara Afrika dan dibandingan dengan pil harian yang sebelumnya digunakan.

Penentuan efektivitas dilakukan dengan mengevaluasi strategi seperti vaksin yang dikenal dengan istilah pre-exposure prophylaxis (PrEP). Menurut definisi dari CDC, metode PrEP adalah metode bagi orang-orang yang yang tidak terinfeksi HIV, tetapi berpotensi tinggi terinfeksi untuk menghindar dengan cara mengonsumsi pil (dengan merek Truvada) yang mengandung dua zat aktif, yaitu tenofovir, dan emtricitabine.  Cabotegravir menjadi pilihan yang dirasa lebih baik karena tidak perlu dikonsumsi setiap hari sehingga kepatuhannya diharapkan lebih tinggi.

 

Sumber:

Anonim., 2020, Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP),https://www.cdc.gov/hiv/risk/prep/index.html, diakses tanggal 30 November 2020.

Hicks., Lucy, 2020, Injection of long-acting drug prevents HIV in women, https://www.sciencemag.org/news/2020/11/injection-long-acting-drug-prevents-hiv-women, diakses tanggal 30 November 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *