Penanganan mata merupakan masalah yang kompleks dan saling terkait dengan ilmu dasar, dan dengan presentasi klinis dari penyakit mata dalam spektrum yang luas. Pengenalan dan diagnosis keadaan mata pasien yang tepat akan mengarahkan klinisi ke arah yang benar untuk menggunakan penanganan optimal guna meringankan tanda dan gejala pasien. Seluruh aktivitas klinis dalam kasus mata ini, sering kali harus dilakukan dalam waktu yang sempit dengan pemeriksaan yang terbatas. Pada saat yang bersamaan, penting untuk tidak membahayakan perawatan mata dengan mengorbankan kecepatan. Dalam praktik perawatan pasien mata, kasus yang penuh tantangan, sering sekali terjadi di luar jam praktik, di akhir pekan, atau…
https://unsplash.com/photos/dHAm2-APMlY Berdasarkan data, rata-rata waktu yang diperlukan pasien Covid-19 untuk sembuh adalah 2 minggu untuk gejala ringan, dan bisa sampai 6 minggu untuk keadaan kritis, meskipun data terbaru menunjukkan bahwa waktu sembuh bervariasi antar-individu, bergantung pada usia dan kesehatan secara menyeluruh. Namun, pada beberapa penderita Covid-19 bisa menjadi sangat panjang hingga berbulan-bulan meskipun sudah dinyatakan sembuh. Fenomena ini dikenal dengan Long Covid. Dalam studi yang dipublikasikan di Lancet, peneliti menemukan bahwa 76% pasien dari Wuhan, belum bebas gejala meskipun sudah 6 bulan sejak diagnosis dan dinyatakan sembuh. Setidaknya satu dari gejala Long Covid, antara lain lemas,…
Pemeriksaan pasien untuk menegakkan diagnosis, selalu tidak terpisahkan dengan proses anamnesis. Informasi yang dikumpulkan dokter dari proses ini bisa dibilang tonggak dasar yang menentukan langkah apa yang akan dilakukan oleh dokter selanjutnya. Informasi detail yang komprehensif bagaikan potongan puzzle yang perlu dikumpulkan dan disusun dokter untuk menemukan kelainan apa yang dialami pasien dan langkah terapi apa yang perlu dilakukan untuk mengembalikan pasien ke kondisi kesehatannya yang optimal. Buku Anamnesis dengan Pendekatan Diagnosis ini tak diragukan lagi menjadi buku panduan yang sudah seharusnya dimiliki dokter dan calon dokter untuk terampil dalam melakukan anamnesis. Pendekatan diagnosis merupakan alasan mengapa buku ini harus…
Meskipun mayoritas pasien Covid-19 hanya mengalami gejala ringan, tetapi angkanya menjadi sangat banyak karena jumlah pasien terinfeksi yang sangat banyak. Hingga 30 Desember ini saja, tercatat jumlah orang terinfeksi SARS-C0V-2 telah melebih 82 juta orang dengan kematian mencapai hampir 1.8 juta jiwa. Berbagai bukti menunjukkan bahwa keparahan Covid-19 hingga mengancam nyawa ini terkait dengan gangguan pada fungsi sitokin, Interferon. Kekurangan interferon menyebabkan seseorang lebih suseptibel/rentan untuk terinfeksi COVID-19, sedangkan autoantibodi menyebabkan kemampuan Interferon melawan inflamasi yang ditimbulkan SARS-CoV-2 menjadi berkurang. Pada keadaan ideal, interferon yang dihasilkan baik oleh sel yang terinfeksi virus maupun oleh sel T akan mengaktifkan transduser sinyal…




