March 19, 2021 Admin 0Comment

Salah satu strategi untuk mengoptimalkan terapi kanker adalah dengan menemukannya sedini mungkin. Ketika sel kanker sudah berada di stadium lanjut, pengobatannya mengalami berbagai hambatan dan sudah terjadi metastasis yang makin mempersulit pengobatan. Proses pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis kanker sendiri, merupakan prosedur invasif yang tidak menyenangkan. Namun, kemajuan ilmu pengetahuan terkini mendeteksi adanya celah/kemungkinan untuk memeriksa dan mendeteksi kanker dengan metode yang noninvasif, yaitu hanya dari pemeriksaan urin pasien.

Komponen yang akan diperiksa dari urin adalah cell-free DNA (cfDNA), yaitu DNA yang tidak terenkapsulasi. Umunnya, cfDNA ini ada di plasma darah, tetapi bisa juga ditemukan di urin. Fragmen cfDNA dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kanker, karena ada perbedaan cfDNA pada orang dengan kanker dan yang tidak. Hasil sekuensing menunjukkan bahwa cfDNA dari sel kanker memiliki area terlindungi berulang (Reccurently Protected Regions) yang tidak terdegradasi. Berbeda dengan fragmen cfDNA pada mereka yang tidak memiliki kanker dalam tubuhnya.

Sumber:

Markus., Havell, et al, 2021, Analysis of recurrently protected genomic regions in cell-free DNA found in urine,  https://stm.sciencemag.org/content/13/581/eaaz3088 diakses tanggal 18 Februari 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *