Meskipun sudah diperkenalkan sejak tahun 2003, tetapi mini-implan masih merupakan metode yang belum banyak digunakan. Padahal, sudah banyak uji klinik prospektif yang telah dilakukan dan bukti klinis yang kuat yang menunjukkan bahwa mini-implan bukanlah sekadar headgear, tetapi merupakan standar emas dalam penjangkaran. Tak hanya itu, banyak ortodontis yang menemukan bahwa mini -implan invasif minimal bersifat aman, dapat diandalkan, dan dapat ditoleransi dengan baik. Sayangnya, pengadopsian metode ini lambat karena adanya kekhawatiran terkait keamanan, kelambanan klinis, sertas sikap skeptis dan apatis. Oleh karena itu, penulis yang awalnya juga apatis pada metode ini akhirnya menulis buku untuk menunjukkan pada sejawatnya mengenai metode ini.
Menurut penulis, pengalaman klinis yang dimilikinya menunjukkan bahwa bahwa mini-impan akan membawa perubahan mendasar dan ir-reversibel (tak-terbalikkan) dalam pengaplikasian praktik ortodonti dalam hal penguatan penjangkaran rutin dan perluasannya. Bahkan, mini implan juga akan berperan dalam perubahan wajah melalui pengaplikasian klinis. Keyakinan ini diperkuat juga dengan kontribusi dari berbagai literatur dunia yang menunjukkan hal yang sama.
Terlepas dari sudah atau belum diasopsinya metode ini di Indonesia, kami merasa perlu menerbitkan buku ini karena institusi Pendidikan selalu harus menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman. Bangku kuliah adalah bangku Pendidikan sehingga para calon dokter setidaknya harus selalu memperbarui pengetahuan sesuai dengan perkembangan zaman.

