
Pandemi Covid-19, mengubah banyak hal dalam kehidupan manusia. Termasuk dalam hal pendidikan. Terhitung sudah berjalan lebih dari 2 tahun, mahasiswa tidak dapat mengikuti proses perkuliahan secara normal. Jika sampai akhir tahun pandemi tidak juga berakhir, maka proses abnormal dalam pendidikan ini akan berusia 3 tahun. Hanya butuh 1 tahun lagi, maka ada 1 angkatan strata-1 yang lulus tanpa mengikuti proses perkuliahan yang semestinya.
Untuk bidang ilmu apa pun, keadaan ini akan sangat mempengaruhi kualitas lulusan. Bagi jurusan ilmu kesehatan yang pendidikannya tak hanya sekadar mempelajari teori tetapi juga keterampilan spesifik, kondisi yang saat ini terjadi sangatlah tidak ideal. Secanggih apa pun teknologi, keterlibatan langsung mahasiswa dalam praktik memainkan peranan penting dalam mengasah keterampilan mahasiswa dalam menangani pasien. Akan tetapi, dalam keadaan pandemi karena virus mematikan, keselamatan tidak bisa dipertaruhkan untuk kepentingan pendidikan. Dilema! Bagaimanapun proses pendidikan harus terus berjalan karena pandemi juga menunjukkan bagaimana kebutuhan akan tenaga kesehatan yang profesional dan mumpuni sangatlah krusial. Di saat yang bersamaan, keselamatan setiap orang haruslah dijaga.
Efek pada mereka “Angkatan Pandemi” belum bisa disimpulkan saat ini. Akan tetapi, kekhawatiran tentang hal ini sudah jadi ulasan beberapa pihak. Sebuah artikel di JAMANETWORK misalnya, mengangkat isu ini. Dalam artikel ini dijelaskan bagaimana pandemi menebas efektivitas proses belajar dalam pendidikan mahasiswa kedokteran. Dalam 10 tahun terakhir, metode pembelajaran yang tadinya banyak berupa kuliah ceramah dosen di kelas, berubah menjadi belajar berkelompok terfasilitasi. Mahasiswa sejak awal dicemplungkan di klinik untuk melahirkan tenaga profesional yang terlatih menyelesaikan masalah. Namun pandemi membuat proses ini tidak dapat dilakukan.
Keadaan seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa upaya untuk membuat keadaan lebih baik. Kita percaya bahwa manusia adalah makhluk adaptif yang selalu mampu menemukan celah/jalan keluar dari suatu keadaan yang tidak ideal. Upaya ini tentu harus dilakukan semua pihak untuk menyesuaikan dengan keadaaan dan kebutuhan yang ada. Mahasiswa ilmu kesehatan harus menyadari bahwa proses pendidikan mereka saat ini tidak berjalan ideal dan mereka perlu melakukan berbagai upaya lebih agar mereka tidak tertinggal secara kualitas dari seniornya yang belajar dalam setting normal. Begitupun kampus dan dosen sebagai penyelenggara pendidikan, perlu memanfaatkan semua sumber dan metode yang mungkin digunakan untuk menjaga kualitas peserta didiknya. Pada saat yang sama, mari kita berdoa, dan terlibat aktif dalam segala upaya untuk mengakhiri pandemi sesegera mungkin.
Salam sehat, dan selamat belajar!

