April 6, 2022 Admin 0Comment

Keberhasilan pengobatan kanker sangat bergantung pada stase mana kanker terdeteksi. Semakin awal ditemukan, semakin tinggi peluang sembuh. Baru-baru ini FDA mengeluarkan persetujuannya terhadap penggunaan obat kanker baru, yaitu Olaparib yang termasuk golongan Poly ADP ribose polymerase (PARP). FDA kini menyetujui ini tidak hanya digunakan pada stase lanjut saja tetapi juga bisa digunakan pada stase awal.

Salah satu faktor pemicu kanker adalah faktor genetika, yaitu mutasi pada dua  gen (BRCA1 & BRCA2). Keduanya merupakan gen yang berperan sebagai gen penekan kanker. Ketika gen ini bekerja normal, efeknya justru baik karena mencegah sel-sel payudara, ovarium, dan sel-sel lain tidak tumbuh dan membelah diri terlalu cepat secara tidak terkontrol. Namun, keduanya berpotensi mengalami mutasi dan berfungsi abnormal sehingga justru memicu kanker terutama kanker payudara.  Sebenarnya, tidak semua orang yang memiliki mutasi pada gen ini lantas akan mengalami kanker. Akan tetapi, memiliki mutasi pada gen ini akan meningkatkan risiko mengalami kanker. Olaparib juga dapat digunakan pada pasien stase awal yang memiliki risiko tinggi, berada di stase awal kanker, HER2-negatif, memiliki mutasi gen BRCA yang sudah menyelesaikan kemoterapi lengkap dan pengobatan lokal.

Obat ini merupakan harapan baru bagi kita yang ingin mengubah keadaan. Saat ini, kanker payudara, masih menjadi salah satu momok bagi perempuan di seluruh Indonesia. Di Indonesia, penyakit ini menduduki urutan kedua penyebab kematian akibat kanker. Negara kita merupakan negara ASEAN dengan jumlah kasus dan kematian akibat kanker payudara yang paling tinggi, dengan persentase kasus baru 16,6% dan kematian hingga 9,6%.

Efektivitasnya cukup menjanjikan. Uji klinis fase 3 OlympiA trial, menunjukkan 42% perbaikan pada keberlangsungan hidup yang bebas penyakit invasif dengan menggunakan olaparib dibandingkan plasebo. Yang kita butuhkan adalah kesadaran lebih awal dari pasien untuk melakukan langkah SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) dan segera melakukan pemeriksaan jika menemukan hal yang tidak normal pada pemeriksaan ini. Meskipun hasil penelitian lain juga menunjukkan bahwa Olaparib memiliki efek menjanjikan pada keadaan metastatik, tetapi semakin awal kanker terdeteksi dan diobati, akan semakin baik untuk prognosis dan penyembuhan kanker payudara itu sendiri.

 

Sumber:

CDC, Hereditary Breast Cancer and BRCA Genes, https://www.cdc.gov/cancer/breast/young_women/bringyourbrave/hereditary_breast_cancer/index.htm#:~:text=BRCA1%20and%20BRCA2%20are%20two,or%20in%20an%20uncontrolled%20way

Worcester., Sharon, 2022, FDA Approves First PARP Inhibitor for Early BRCA+ Breast Cancerhttps://www.medscape.com/viewarticle/970227

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *