October 21, 2022 Admin 0Comment

Jangan kaget karena fenomena penggunaan suatu jenis obat untuk penyakit lain yang tampaknya tidak berhubungan dengan indikasi awalnya bukanlah hal yang jarang terjadi. Obat yang kali ini jadi perhatian adalah Spironolakton! Andiuretik yang umum digunakan untuk mengobati hipertensi dan gagal jantung. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh gabungan 3 institusi, yaitu National Institute on Drug Abuse (NIDA), the National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism (NIAAA), dan Universitas Yale, spironolakton terindikasi bisa mengurangi konsumsi alkohol.

Awalnya, efek ini ditemukan pada uji menggunakan tikus rhodents, lalu uji dengan melibatkan volunteer para veteran perang Amerika Serikat mengonfirmasi efek ini. Penggunaaan spironolakton menurunkan jumlah alkohol yang dikonsumsi para veteran ini terutama pada mereka yang mengalami alkoholisme berat.

Spironolakton merupakan antidiuretik yang bekerja pada reseptor mineralokortikoid sebagai antagonis nonselektif. Pada AUD, ada temuan bahwa mereka dengan Gangguan Penggunaan Alkohol (Alcohol Use Disorder/AUD) ternyata mengalami perubahan pada hormon perifernya termasuk aldosteron yang merupakan salah satu jenis mineralokortikoid. Hal ini mengindikasikan bahwa neuroendokrin terkait dengan adiksi. Selain itu, pada uji hewan, terlihat bahwa konsumsi alkohol akan menyebabkan ekspresi reseptor mineralokortikoid di amigdala yang merupakan bagian dari otak yang terkait gangguan penggunaan alkohol dan ketergantungan secara umum. Dengan kata lain, Spironolakton menghambat reseptor MR yang oleh karena itu menurunkan konsumsi alkohol. Temuan ini setidaknya memberikan alasan masuk akal mengapa spironolakton memiliki efek pada AUD.

 

Referensi:

https://www.medscape.com/viewarticle/981494

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *