
Berbagai upaya, pendekatan, dan metode telah diupayakan sejauh ini untuk mengatasi yang namanya obesitas. Sayangnya, sampai hari ini perbaikan angka obesitas belum bisa bikin pihak-pihak terkait tidur dengan tenang. Semua upaya yang dilakukan, tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan sama sekali. Sepertinya, ada sesuatu terkait obesitas yang belum terungkap dan sesuaitu itu merupakan hal yang sangat penting sampai-sampai penurunan yang diharapkan tetap tidak tercapai, meskipun berbagai pendekatan yang tampak sebagai rencana yang rasional dan efektif telah dilakukan, dan para peneliti masih berjibaku dengan usaha mengungkap “sesuatu” yang belum terungkap ini!
Obesitas merupakan problem yang kompleks. Bukan saja soal kelebihan asupan kurang aktifitas saja! Aspek genetik dan faktor lingkungan membuat penanganan obesitas tidak sesederhana mengontrol kalori yang diasup. Sampai saat ini, ada 5 hal yang masih jadi pertanyaan utama yang perlu dijawab terkait dengan efektifitas penanggulangan obesitas yaitu:
- Bagaimana sebenarnya berat badan dan sel lemak diatur, dan faktor apa yang mempengaruhi pengaturannya?
- Bagaimana mekanisme tubuh mendeteksi kebutuhan energi secara akurat, dan bagaimana sinyal-sinyal ini saling berinteraksi untuk mengatur keseimbangan energi, nafsu makan, dan perilaku?
- Mekanisme lingkungan makanan mempengaruhi pengaturan berat badan?
- Seperti apa genetika dan lingkungan mengatur bobot tubuh?
- Dan yang terakhir adalah apakah obesitas merupakan masalah tunggal ataukah bagian dari masalah lain?
Dari 5 pertanyaan di atas, ada salah satu yang saat ini ditelusur secara intensif yaitu Leptin. Apa sih leptin ini, dan mengapa peneliti tertarik sekali dengannya?
Leptin adalah hormon yang diproduksi oleh sel lemak. Hormon ini mengatur banyaknya makanan yang kita makan. Level Leptin terlibat dalam proses tubuh mendeteksi kebutuhan makanan. Karena hormon ini dibuat oleh sel lemak, maka semakin banyak sel lemak, maka semakin tinggi pula kadar leptin, dan normalnya nafssu makan akan ditekan karena tubuh mensensing adanya cadangan makanan. Tetapi pada obesitas, terdapat anomali yaitu resistensi leptin yang menyebabkan otak menerima informasi cadangan makanan tubuh yang tepat sehingga orang obes justru makan lebih banyak. Masih jadi PR bagi peneliti untuk menjawab 5 pertanyaan diatas, dan bagaimana leptin terlibat didalamnya! Semangat para peneliti, dan berikan kami jawaban baik sesegera mungkin.
Referensi
https://scitechdaily.com/unlocking-the-secrets-of-obesity-when-exercise-and-diet-arent-enough/
