February 17, 2020 Admin 0Comment
www.unsplash.com/Wes Hicks

Pada mamalia termasuk manusia, jantan memiliki gen X dari sang ibu dan gen Y dari ayahnya. Sedangkan wanita mewarisi dua gen X dari orang tua masing-masing. Satu kromosom X merupakan dosis yang cukup bagi manusia, dan pria memenuhi dosis normal tersebut. Lalu, bagaimana dengan wanita yang memiliki dua gen X sekaligus?

Ternyata, meskipun memiliki dua kromosom X, tetapi salah satu dari gen tersebut ternyata inaktif. Salah satu dari kromosom X pada wanita mengalami proses inaktivasi yang disebut X-Chromosome Inactivation (XCI). Kromosom X yang akan diinaktifkan akan mengekspresikan RNA non-koding yang disebut X-inactive specific transcript (Xist). Inaktivasi ini diperlukan untuk mencegah supaya RNA tidak mentranskripsi kromosom tersebut yang akan menyebabkan ketidakseimbangan ekspresi gen. Kromosom inaktif ini akan dipadatkan dalam struktur padat yang disebut Barr body. Gen-gen dalam Barr body ini tidak aktif setidaknya selama lebih dari 100 tahun.

Pertanyaannya adalah antara dua kromosom X yang diwarisinya, mana yang akan diinaktifkan, dan kapan proses inaktivasi ini terjadi? Pemilihan apakah X paternal atau X maternal yang akan diinaktifkan berbeda antarjenis mamalia. Pada kanguru dan semua hewan marsupialia, kromosom X yang akan diinaktifkan adalah X paternal. Sedangkan pada manusia, inaktivasi terjadi secara acak dan individualis pada tiap-tiap sel. Pada suatu sel mungkin X paternal yang diinaktifkan, dan sel tetangganya mungkin X maternal, dan inaktivasi ini diturunkan pada pembelahan sel. Proses ini terjadi pada fase embrionik.

Proses inaktivasi ini terjadi dengan cara memasangkan Xist yang berasal dari kromosom X yang akan diinaktifkan dengan protein dari kelompok RNA-binding protein yang disebut SPEN untuk membentuk sebuah kompleks yang mencegah terjadinya transkripsi gen. Ketika kromosom X yang akan diinaktifasi membentuk Xist, maka dengan segera direkrut ke kromosom X untuk selanjutnya terjadilah proses XCI.

Pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah, apakah pengaruh ketiadaan kromosom Y pada wanita, dan apa akibatnya terutama pada kesehatan? Sudah ada yang tahu jawabannya?[Nurhajati Husen & Barrarah Bariid]

Sumber:

Trotman., Jackson. B, calabrese., J. Mauro, 2020, How to silence chromosom X,  https://www.nature.com/articles/d41586-020-00207-0 diakses tanggal 6 februari 2020.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *