April 1, 2020 Admin 0Comment
Sumber: scitechdaily.com

Dalam penanganan wabah virus, mengetahui sumber virus berasal menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah penyebaran. Dalam kasus SARS-Cov-2, yang bisa dipastikan adalah bahwa virus ini merupakan jenis betacoronavirus yang inang aslinya adalah kelelawar. Namun, proses perpindahannya ke manusia diyakini melalui hewan lain. Sejauh ini, Pangolin masih menjadi tersangka utama. Hewan yang diperjualbelikan secara ilegal di wilayah Cina selatan. Jenis pangolin yang paling dicurigai adalah Malayan pangolin (Manis javanica).

Berdasarkan hasil sekuensing metagenom, pangolin jenis ini adalah kandidat terkuat karena kemiripan antara coronavirus yang ada dalam hewan ini, dengan SARS-Cov-2, termasuk kemiripan pada receptor-binding domain-nya. Dengan hasil ini, maka langkah beriktnya yang harus dilakukan adalah menghentikan konsumsi hewan ini dan melarang penjualannya di pasar sebagaimana yang berlaku sebelumnya.

Hal ini juga harus diwaspadai Indonesia. Sebagai informasi, pangolin di Indonesia dikenal dengan nama trenggiling yang memang jenisnya adalah Manis javanica. Meskipun hewan ini bukan hewan yang umum dikonsumsi, tetapi selalu ada saja pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang jahil bereksperiman. Akibatnya adalah seperti yang dihadapi dunia saat ini, wabah zoonosis berupa penyakit Covid-19. Di Cina sendiri, sebenarnya jual beli hewan ini dilarang karena hewan ini termasuk dalam satwa yang dilindungi, namun di pasar gelap tetap beredar untuk digunakan sebagai obat. [Ditulis olehNurhajati Husen, diperiksa oleh Barrarah Bariid}

Sumber:

Tsan-Yuk Lam., Tommy et al, 2020, Identifying SARS-Cov-2 related coronavirus in Malayan pangolins, https://www.nature.com/articles/s41586-020-2169-0/ diakses tanggal 27 Maret, 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *