Hingga tahun 2018, WHO masih mencatat bahwa perkembangan gizi orang Indonesia, belum menggembirakan. Masalah akibat kekurangan gizi, seperti stunting, wasting, dan anemia gizi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di masyarakat kita. Hal ini ditunjukkan oleh data Riskesdas yang menunjukkan bahwa bahwa 30,8% balita di Indonesia mengalami stunting: 10,2% wasting, dan anemia pada hamil masih mencapai 48,9%. Pada saat yang sama, angka obesitas pada penduduk dewasa di atas 18 tahun mencapai 20,1%, dan mengalami peningkatan sebesar 5% setiap 5 tahun. Angka-angka ini menunjukkan bahwa tenaga ahli gizi kompeten masih sangat diperlukan bangsa ini. Untuk itu, Organisasi Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) kemudian membuat standar kompetensi tenaga gizi baik untuk Nutrisionis, maupun Dietisien. PERSAGI yang bermitra dengan pemerintah dan WHO juga membuat Pedoman Asuhan Gizi terstandar yang menjadi acuan bagi ahli gizi dalam melakukan tugasnya.
Buku asuhan gizi klinis ini, merupakan panduan yang harus dipelajari mahasiswa calon ahli giziĀ dan juga ahli gizi itu sendiri sebagai pendekatan terapeutik untuk mengobati kondisi medis dan gejala yang terkait melalui diet yang dirancang khusus dan dipantau oleh dokter ataupun Dietisien. Buku ini memuat pemberian intervensi gizi untuk beberapa kasus penyakit sehingga dapat menjadi rujukan yang sangat penting bagi tenaga gizi yang memberi pelayanan gizi pada pasien. Buku ini merupakan hasil tindak lanjut dari pertemuan nasional Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia (AIPGI) yang diselenggarakan pada bulan Februari tahun 2017 di kota Malang dalam rangka memenuhi standar minimal kompetensi mahasiswa program gizi, juga dosen gizi, juga semua petugas yang terkait gizi klinik.
Latar belakang ini menjadikan buku ini sebagai salah satu kebutuhan pembelajaran penting di Indonesia, mengingat hingga saat ini, buku Asuhan Gizi Klinik terbilang masih langka. Dengan demikian, tak ada alasan untuk tidak membaca buku ini dan memilikinya untuk bisa dipelajari secara regular.

