
Sebuah studi terbaru menunjukkan suatu fenomena menarik yang tampaknya akan menjawab banyak pertanyaan seputar kerusakan sel alami dan yang tidak alami. Kematian sel bisa terjadi secara aktif dan bisa terjadi secara pasif. Kematian sel aktif merupakan kematian sel yang terjadi secara normal terprogram, yaitu apoptosis sel. Sementara itu, kematian sel secara pasif merupakan kematian sel yang terjadi karena kerusakan atau nekrosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tubuh terutama sistem imun kita memberikan respons yang berbeda terhadap dua jenis kematian sel ini.
Kematian sel pasif ternyata merupakan sinyal yang berbahaya DAMP (damage-associated molecular pattern (DAMPs). Sinyal ini akan memperingatkan sel tetangga dari sel yang mati secara nekrosis ini untuk menginduksi terjadinya inflamasi. Hal ini berbeda dengan kematian sel terprogram (apoptosis). Pada apoptosis, kematian sel tidak memicu respons imunitas (immunologically silent). Sehingga tidak akan menyebabkan inflamasi sistemik.
Rupanya, perbedaannya terletak pada membran sel. Pada kejadian nekrosis, terjadi kerusakan membran sel sementara pada apoptosis, integritas mjembran sel tetap bertahan. Kerusakan membran sel inilah yang menjadi sinyal terhadap sistem imun akibat induksi kematian sel. Ruptur sel pada kejadian nekrosis akan mengeluarkan molekul khas bernama nerve injury-induced protein 1 (NINJ1), yang menjadi sinyal terjadinya inflamasi.
Sumber:
