July 15, 2021 Admin 0Comment
Pic Source: Photo by Leohoho on Unsplash

Berbicara tentang pencegahan penyakit jantung, maka hampir semua orang akan tertuju pada omega 3 yang populer dalam bentuk suplemen untuk melindungi kesehatan jantung. EPA dan DHA merupakan asam lemak rantai panjang yang diyakini memengaruhi berbagai aspek fungsi kardiovaskular, seperti: inflamasi, penyakit arteri perifer, penyakit koroner, dan juga bersifat antikoagulan.

EPA dan DHA diyakini memiliki efek antiinflamasi, ikut memengaruhi dalam stres oksidatif, dan memperbaiki fungsi selular melalui efek pada ekspresi gen. Pada penelitian menggunakan sampel darah yang dilakukan pada tahun 2009, asupan EPA+DHA mengubah ekspresi dari 1040 gen yang menyebabkan penurunan ekspresi gen yang terlibat dalam proses inflamasi dan jalur aterogenesis seperti transkripsi nuklear faktor sinyal-kB, sintesis eikosanoat, aktivitas reseptor scavenger, adipogenesis, dan sinyal hipoksia. Studi pada 89 pasien menunjukkan bahwa EPA+DHA secara signifikan menurunkan kadar CRP (CRP ditrigger oleh marker-marker inflamasi, seperti α TNF, dan sejumlah ILs (IL-6, IL-1). Marker-marker ini terkait dengan meningkatnya gangguan kardiovaskular.

Suplemen omega-3 umumnya tersedia dalam campuran antara Docosahexaenoic Acid (DHA) dan Eicosapentaenoic Acid (EPA). Hasil dari berbagai studi melaporkan efek yang beragam, ada yang mendukung manfaat suplementasi Omega 3 untuk kesehatan jantung, dan yang lainnya menunjukkan hal sebaliknya. Namun, sebuah penelitian terbaru tampaknya membuat segalanya menjadi lebih jelas.

Pada konferensi virtual yang baru-baru ini dilakukan, peneliti mengumumkan temuan penting untuk menjawab pertanyaan mengenai efektivitas Omega 3, yaitu bahwa perlindungan terhadap penyakit jantung ditemukan hanya pada mereka dengan kadar EPA tinggi dalam darahnya. Hal yang sama tidak berlaku pada orang-orang dengan kadar DHA yang tinggi dalam darahnya. Pada kondisi ketika kadar keduanya sama-sama tinggi dalam darah, DHA justru menghalangi efek perlindungan EPA terhadap jantung. [Nurhajati Husen dan Barrarah Bariid]

 

Referensi:

Kingsland., James, 2021, Heart Health: Not All Omega-3s are equal, https://www.medicalnewstoday.com/articles/heart-health-not-all-omega-3s-are-equal diakses tanggal 27 Mei 2021

Swanson., Danielle, 2012, Omega-3 fatty Acids EPA and DHA: Healt Benefit Throughtout Life,  https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3262608/ Diakses tanggal 27 Mei 2021

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *