
Tidak hanya bagi kesehatan ibu, berbagai penelitian yang dilakukan mengonfirmasi peranan mikroflora usus seorang ibu juga menentukan tumbuh kembang janin pada saat menghadapi keadaan penuh gangguan dari lingkungan. Temuan baru menunjukkan bahwa mikroflora juga memiliki peranan penting meskipun dalam keadaan lingkungan tanpa stres. Laporan penelitian pada tikus menunjukkan bahwa mikroflora ibu menghasilkan produk-produk metabolik yang memengaruhi perkembangan dari jalur neurosensoris tertentu yang berpengaruh terhadap perubahan perilaku anaknya.
Yang terbaru dari Vuong dkk, menemukan adanya perbedaaan struktur otak antara embrio dari mencit yang hamil dalam keadaan bebas kuman dan embrio dari mencit yang hamil dalam keadaan mikroflora yang normal. Perubahan ini terlihat pada sirkuit yang spesifik berperan dalam proses sensorik otak. Pada kondisi bebas kuman, akson yang menghubungkan talamus dengan korteks lebih pendek, kecil, serta memiliki kapsul internal yang lebih tipis dibandingkan pada keadaan mikroflora normal. Ini tentu akan memberikan hasil yang berbeda dalam memproses informasi yang masuk dan keluar otak karena akson sangat penting dalam penjalaran impuls. Perubahan ini terdeteksi sampai kepada tingkat ekspresi gen yang mengatur pembentukan akson di otak.
Talamus sendiri merupakan organ yang berperan penting sebagai stasiun “penyambung” yang mengarahkam informasi sensorik dan motorik yang didapat dari lingkungan pada target kortikal yang sesuai untuk memediasi respons perilaku yang sesuai. Proyeksi thalamokortikal ini amat sangat dipengaruhi oleh proses migrasi yang terjadi pada fase perkembangan embrionik. Dengan kata lain, koneksi talamus dengan korteks ini terjadi pada fase embrionik dan kondisi mikroflora ibu saat kehamilan menjadi kunci.
Sumber:
Meckel., R. Katherine, Kiraly., D. Drew, 2021, Maternal Microbes Support Brain Wiring, https://www.nature.com/articles/d41586-020-02657-y diakses tanggal 8 Juni
