
Data epidemiologis menunjukkan bahwa, sekitar 25% dari populasi dunia mengalami anemia dengan gejala, seperti keletihan, pusing, sakit kepala, napas pendek, serta penurunan konsentrasi. Gejala anemia ini umumnya terkait dengan rendahnya kadar hemoglobin dalam darah. Hemoglobin merupakan komponen sel darah yang berperan dalam mengikat oksigen yang akan dihantarkan ke seluruh jaringan tubuh manusia. Kekurangan suplai oksigen ini kemudian menimbulkan gejala-gejala tersebut diatas. Sayangnya, meskipun terapinya tersedia, banyak juga pasien yang tetap tidak tertangani atau bahkan tidak mendapatkan diagnosis untuk mengatasi keadaannya.
Oleh sebab itu, dikembangkanlah metode yang dapat meningkatkan jumlah identifikasi kasus anemia ini, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi yang mudah digunakan pasien. Sejumlah peneliti melaporkan bahwa algoritma, yang sedang dikembangkan membuat kamera smartphone dapat memprediksi adanya anemia dengan akurasi mencapai 70%. Indikasi anemia ini bisa terdeteksi kamera smartphone melalui gambar foto bagian dalam kelopak mata yang bisa memprediksi konsentrasi hemoglobin dalam darah. Dengan begini, diharapkan diagnosis bisa dilakukan meskipun tanpa tatap muka langsung. (Nurhajati Husen/Barrarah Bariid)
Sumber:
https://www.medicalnewstoday.com/articles/how-smartphone-cameras-may-be-used-to-detect-anemia

