
Diet tinggi fruktosa sudah lama diketahui berperan dalam terjadinya obesitas meskipun mekanismenya belum diketahui secara pasti. Penelitian yang dilakukan oleh Samuel R. Taylor dkk memberikan jawaban yang memperjelas mekanisme obesitas yang diinduksi fruktosa. Hasil temuan tim ini menunjukkan bahwa fruktosa memengaruhi struktur saluran cerna yang berimbas pada peningkatan kapasitas absorpsi nutrisi di usus. Proses penyerapan dalam usus dipengaruhi oleh luas permukaan usus yang terdiri oleh banyak struktur kecil yang disebut vili. Hasil pada hewan uji menunjukkan bahwa konsumi makanan tinggi fruktosa menyebabkan ukuran panjang vili bertambah yang artinya peningkatan area penyerapan.
Dalam keadaan konsumsi yang tidak berlebihan, tentunya ini akan memberikan efek baik untuk meningkatkan penyerapan nutrisi. Terutama apabila makanan yang dikonsumsi termasuk menu makanan yang sehat. Tetapi ini juga akan menjadi boomerang, apabila kandungan gizi makanan yang diasup tidak berimbang. Fruktosa juga memiliki efek lain yang menganggu kesehatan. Fruktosa berlebihan yang dikonsumsi akan membuat jenuh kapasitas penyerapan. Pada jumlah yang normal, fruktosa misalkan dari buah, akan diambil dan dipecah oleh sel-sel intestinal. Namun, jika jumlahnya berlebihan, fruktosa dapat menyebabkan sekat antar-sel usus melonggar (gut leaks), dan meloloskan fruktosa masuk ke dalam aliran darah dan mencapai hati atau tumpah ruah dari usus halus dan terbawa hingga ke kolon.
Normalnya, fruktosa akan diubah menjadi fructose 1-phosphate (F1-P). Proses ini melibatkan transfer grup fosfat ke fruktosa dari ATP melalui aksi enzim ketoheksokinase (KHK). Namun fruktosa dalam hati yang berlebihan yang diikuti tingginya KHK akan merangsang ekspresi gen-gen penyintesis lemak, akibatnya terjadi produksi lemak di hati yang memicu perlemakan hati (steatosis). Bocornya jaringan ikat antar-sel usus juga dapat memicu gangguan kesehatan karena dapat meloloskan toksin yang dihasilkan flora normal kolon masuk ke dalam darah dan memicu sinyal inflamasi. [Nurhajati Husen & Barrarah Bariid]
Sumber:
Taylor., Samuel R, et al, 2021, Dietary fructose improves intestinal cell survival and nutrient absorption, https://www.nature.com/articles/s41586-021-03827-2. Diakses tanggal 19 Agustus 2021

