September 2, 2022 Admin 0Comment

Ingin merawat kesehatan dan mencegah terjadinya berbagai penyakit berbahaya? Rawatlah kesehatan ususmu dengan menjaga ekosistem flora normalnya. Tubuh kita, terutama usus, merupakan habitat bagi miliaran bakteri dan jamur. Sejujurnya, bukan saja bakteri dan jamur baik, tetapi ada juga yang jahat. Keseimbangan jumlah antara keduanya harus selalu terjaga. Sayangnya, ada berbagai faktor yang kemudian mengganggu keseimbangan ini dan berujung pada terjadinya penyakit. Penganggu paling sering adalah kebiasaan mengonsumsi antibiotik tanpa indikasi yang jelas. Antibiotik membunuh sebagian bakteri baik ini yang menyebabkan bakteri jahat mengambil alih.

Untuk mengembalikan keseimbangan, probiotik hadir sebagai solusi. Secara umum, ada 3 tipe probiotik yang tersedia saat ini, yaitu Lactobacillus, Bifidobacterium, dan Saccharomyces boulardii. Yang disebut terakhir berasal dari golongan jamur dan sisanya adalah bakteri. Jadi, probiotik bukan cuma bakteri saja, tetapi juga jamur! Ketiga tipe probiotik ini, menggantikan bakteri baik yang hilang dan memperbaiki keseimbangan yang sempat hilang dan mengembalikan fungsi usus sebagaimana mestinya.

Kamu perlu mengenali ketiga jenis probiotik ini dalam rangka menyesuaikan dengan gangguan yang mungkin kamu sedang alami. Pertama adalah Lactobacillus, yang merupakan tipe paling dikenal dan paling umum tersedia di pasaran. Tipe ini sangat baik untuk mengatasi diare dan membantu orang-orang yang intoleransi laktosa. Jadi, tidak heran kalau probiotik jenis ini juga tersedia sebagai untuk obat diare anak! Tipe probiotik kedua adalah Bifidobacterium. Kalau kamu memiliki masalah/gangguan Irritable Bowel Syndrome, maka probiotik yang paling sesuai untuk kamu adalah tipe ini. Tipe ketiga adalah Saccharomyces boulardii yang cocok untuk melawan diare dan berbagai masalah pencernaan lain.

Pada dasarnya, penggunaan probiotik itu aman. Menjadi tidak aman ketika diberikan pada orang-orang dengan kondisi tertentu, seperti masalah sistem imun yang serius, dan memiliki permasalahan kesehatan yang serius. Jika setelah penggunaan beberapa hari dan terjadi gangguan pencernaan, diare, gas, dan kembung, maka hentikanlah penggunaannya karena kemungkinan besar terjadi reaksi alergi. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apa yang terjadi dan bagaimana mengatasinya.

(Sumber: WebMD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *