Keberhasilan pengobatan kanker sangat bergantung pada stase mana kanker terdeteksi. Semakin awal ditemukan, semakin tinggi peluang sembuh. Baru-baru ini FDA mengeluarkan persetujuannya terhadap penggunaan obat kanker baru, yaitu Olaparib yang termasuk golongan Poly ADP ribose polymerase (PARP). FDA kini menyetujui ini tidak hanya digunakan pada stase lanjut saja tetapi juga bisa digunakan pada stase awal. Salah satu faktor pemicu kanker adalah faktor genetika, yaitu mutasi pada dua gen (BRCA1 & BRCA2). Keduanya merupakan gen yang berperan sebagai gen penekan kanker. Ketika gen ini bekerja normal, efeknya justru baik karena mencegah sel-sel payudara, ovarium, dan sel-sel lain tidak tumbuh dan membelah…
Pandemi Covid-19, mengubah banyak hal dalam kehidupan manusia. Termasuk dalam hal pendidikan. Terhitung sudah berjalan lebih dari 2 tahun, mahasiswa tidak dapat mengikuti proses perkuliahan secara normal. Jika sampai akhir tahun pandemi tidak juga berakhir, maka proses abnormal dalam pendidikan ini akan berusia 3 tahun. Hanya butuh 1 tahun lagi, maka ada 1 angkatan strata-1 yang lulus tanpa mengikuti proses perkuliahan yang semestinya. Untuk bidang ilmu apa pun, keadaan ini akan sangat mempengaruhi kualitas lulusan. Bagi jurusan ilmu kesehatan yang pendidikannya tak hanya sekadar mempelajari teori tetapi juga keterampilan spesifik, kondisi yang saat ini terjadi sangatlah tidak ideal. Secanggih apa…
Salah satu metode yang umum digunakan untuk mengawetkan spesimen adalah dengan merendam spesimen ke dalam larutan alkohol berkonsentrasi tinggi. Teknik ini disebut “pengawetan cair (fluid preservation). Metode ini sudah berusia 1600 tahun, dan digunakan oleh para ilmuwan untuk mengawetkan spesimen yang membuat mereka penasaran. Metode ini, jika dilakukan dengan benar, maka dapat mengawetkan hingga ratusan tahun lamanya. Pertanyaannya adalah, mengapa alkohol dapat mengawetkan spesimen? Pada dasarnya, pengawetan adalah bagaimana mencegah proses penguraian spesimen oleh mikroorganisme, dan itulah yang dilakukan oleh alkohol. Perlu digarisbawahi bahwa pengawetan akan dimulai dengan menggunakan formalin untuk menghentikan proses enzimatik internal tubuh untuk mengurai jaringan. Baru…
Peranan mikrobioma usus dalam penyakit-penyakit yang dimediasi proses inflamasi, tak lagi dapat dibantah. Keseimbangan antara respons pro-inflamasi dan anti-inflamasi di saluran cerna sangat dipengaruhi oleh mikrobioma usus. Ketika ketidakseimbangan terjadi, maka berkembanglah berbagai penyakit, antara lain: penyakit jantung, Inflammatory Bowel Disease (IBD), Systemic Lupus Erythematosus (SLE), dan artritis reumatoid. Komposisi mikrobioma usus ini berkaitan dengan jenis makanan yang dikonsumsi seseorang. Sebuah penelitian menunjukkan hal ini. Analisis terhadap sampel feses berdasarkan jenis makanan yang dikonsumsi menunjukkan bagaimana konsumsi makanan berdampak langsung pada mikrobioma usus. Bakteri oportunistik, yaitu mikroba yang memicu peradangan misalnya golongan Firmicutes dan Ruminococcus sp. meningkat akibat konsumsi makanan…
Meskipun berbagai penelitian terus dilakukan dan pengembangan obat baru terus hadir, namun pengobatan kanker nyatanya masih menjadi tantangan dalam praktik klinis. Sel kanker memiliki kekhususan yang menyulitkan pengobatan. Jika dilihat secara seluler, sel kanker terdiri dari ribuan bahkan jutaan (bergantung pada ukurannya) sel yang sebenarnya sedikit berbeda satu sama lain. Setiap sel kanker memiliki mutasi, ekspresi gen, morfologi, kecepatan proliferasi, bahkan potensi metastasis yang sedikit berbeda satu sama lain. Heterogenitas inilah yang menjadi penghalang dalam pengobatan kanker. Variasi ini memungkinkan terjadinya resistansi satu atau beberapa sel kanker di awal terapi. Ini menjelaskan mengapa terapi tumor yang ada saat ini hanya…
Sumber Gambar: https://www.researchgate.net/figure/NETosis-vs-apoptosis-necrosis-Three-different-pathways-of-cellular-death-of-neutrophil_fig4_324099729 Sebuah studi terbaru menunjukkan suatu fenomena menarik yang tampaknya akan menjawab banyak pertanyaan seputar kerusakan sel alami dan yang tidak alami. Kematian sel bisa terjadi secara aktif dan bisa terjadi secara pasif. Kematian sel aktif merupakan kematian sel yang terjadi secara normal terprogram, yaitu apoptosis sel. Sementara itu, kematian sel secara pasif merupakan kematian sel yang terjadi karena kerusakan atau nekrosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tubuh terutama sistem imun kita memberikan respons yang berbeda terhadap dua jenis kematian sel ini. Kematian sel pasif ternyata merupakan sinyal yang berbahaya DAMP (damage-associated molecular pattern (DAMPs)….
Bidang klinis kini berkembang sangat pesat. Banyak temuan baru yang mengubah perspektif klinis. Salah satu yang berubah adalah pendekatan bahwa penyakit-penyakit kronik pada awalnya berasal dari gangguan di tingkat sel. Buku ini secara khusus membahas pendekatan baru ini, yaitu dengan memberikan pemahaman patofisiologi sel, dan bagaimana perubahan yang timbul dalam sel menjadi penyebab munculnya penyakit. Pemahaman ini perlu dimiliki semua tenaga kesehatan untuk membangun kerangka berpikir kritis menuju cara-cara baru dalam mengatasi penyakit dan terapi berbagai penyakit. Dalam buku ini, pembaca disajikan uraian ringkas tetapi gamblang mengenai fisiologi sel dan patologi yang terjadi, serta mekanisme yang mendasari timbulnya berbagai penyakit….
https://unsplash.com/photos/dHAm2-APMlY Berdasarkan data, rata-rata waktu yang diperlukan pasien Covid-19 untuk sembuh adalah 2 minggu untuk gejala ringan, dan bisa sampai 6 minggu untuk keadaan kritis, meskipun data terbaru menunjukkan bahwa waktu sembuh bervariasi antar-individu, bergantung pada usia dan kesehatan secara menyeluruh. Namun, pada beberapa penderita Covid-19 bisa menjadi sangat panjang hingga berbulan-bulan meskipun sudah dinyatakan sembuh. Fenomena ini dikenal dengan Long Covid. Dalam studi yang dipublikasikan di Lancet, peneliti menemukan bahwa 76% pasien dari Wuhan, belum bebas gejala meskipun sudah 6 bulan sejak diagnosis dan dinyatakan sembuh. Setidaknya satu dari gejala Long Covid, antara lain lemas,…
Meskipun mayoritas pasien Covid-19 hanya mengalami gejala ringan, tetapi angkanya menjadi sangat banyak karena jumlah pasien terinfeksi yang sangat banyak. Hingga 30 Desember ini saja, tercatat jumlah orang terinfeksi SARS-C0V-2 telah melebih 82 juta orang dengan kematian mencapai hampir 1.8 juta jiwa. Berbagai bukti menunjukkan bahwa keparahan Covid-19 hingga mengancam nyawa ini terkait dengan gangguan pada fungsi sitokin, Interferon. Kekurangan interferon menyebabkan seseorang lebih suseptibel/rentan untuk terinfeksi COVID-19, sedangkan autoantibodi menyebabkan kemampuan Interferon melawan inflamasi yang ditimbulkan SARS-CoV-2 menjadi berkurang. Pada keadaan ideal, interferon yang dihasilkan baik oleh sel yang terinfeksi virus maupun oleh sel T akan mengaktifkan transduser sinyal…
Setelah sukses dengan buku Ilmu Gizi Teori & Aplikasi, serta Kebidanan Teori & Aplikasi, Penerbit EGC kembali menghadirkan buku Kesehatan Masyarakat Teori & Aplikasi. Sama dengan dua buku sebelumnya, buku ini pun merupakan karya bersama para dosen dan ahli Kesehatan masyarakat yang dimiliki tanah air. Tujuannya adalah sama, yaitu menghasilkan lulusan yang tak hanya paham tentang teori dalam bidang keahliannya saja, tetapi terampil dalam aplikasi klinis sesuai kebutuhan dan kepentingan pasien, kelak setelah lulus dari pendidikannya. Dalam buku ini, mahasiswa akan disajikan teori-teori dalam ilmu Kesehatan masyarakat, dengan pendekatan kasus yang pernah terjadi di Indonesia. Dengan cara ini, diharapkan mahasiswa…










