Konsumsi lemak berlebihan terbukti meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti hiperlipidemia, penyakit jantung koroner, kanker, dan sebagainya. Oleh karena itu, banyak orang yang kemudian memilih untuk mengadopsi pola diet tertentu yang diyakini lebih sehat. Salah satu yang populer adalah menjadi vegetarian atau vegan, yaitu mereka yang hanya mengonsumsi makanan berbasis tanaman. Berbagai penelitian memang membuktikan bahwa pola diet ini memiliki banyak keuntungan bagi kesehatan. Tapi, tak ada gading yang tak retak. Pola diet ini pun ternyata punya risiko tersendiri, termasuk dalam hal penyakit kardiovaskular. Hal yang sama juga berlaku untuk pola diet pescatarian (orang yang hanya makan ikan tapi tidak makan daging).

Berdasarkan penelitian terbaru, pola makan vegetarian dan vegan memang menurunkan penyakit iskemik jantung. Risiko penyakit iskemik pada pescatarian lebih rendah 13% dari pemakan daging, sedangkan vegetarian bisa mencapai 22% lebih rendah. Penurunan ini bakal tetap signifikan secara marjinal meskipun dilakukan sejumlah penyesuaian data. Efek penurunan ini diduga kuat terkait dengan penurunan risiko hipertensi dan diabetes.
Meskipun begitu, tak lantas pola diet ini menurunkan risiko semua jenis penyakit kardiovaskular. Para praktisi diet ini justru menunjukkan peningkatan risiko terkena stroke (terutama stroke hemoragik) hingga 22% lebih tinggi dibanding pemakan daging.
Penyebab mengapa pola diet vegetarian meningkatkan risiko stroke masih menjadi perdebatan. Para peneliti meyakini bahwa efek ini disebabkan oleh rendahnya kadar vitamin B12 dan vitamin D dalam darah vegetarian. Kekurangan dua jenis vitamin ini memang terkait dengan stroke, salah satunya karena defisiensi B12 meningkatkan risiko trombositosis. (Nurhajati Husen & Barrarah Bariid)
Sumber:
Medicalnewstoday.com

